Dengan segala keberanian saya yang tersisa meski dibarengi dengan perasaan hina, saya bermaksud mengungkapkan rasa.
Saya mencintai sampian bukan karena apa-apa melainkan karena cinta itu sendiri.
Saya
mencintai sampian bukan karena kecantikan, meski sebenarnya kecantikan
sampian mengantarkan hati saya utk mencinta, Saya mencintai sampian
bukan karena harta, meski pada prinsipnya harta menjadi faktor datangnya
cinta, bukan juga saya mencintai sampian karena kebaikan sampian pada
saya, meski tidak jarang kebaikan itu menjadi tabir yang menutupi
penilaian objektif saya. Meski saya belum punya pekerjaan tetap namun
ketika saya mencintai sampian, secara otomatis pekerjaan saya adalah
membahagiakan sampian, jika sampian menganggap 'kasta' masih ada,
sampian akan menumukan saya berada pada kasta yang paling rendah. Tapi
ketahuilah, bagi saya mencintai sampian merupakan kekayaan tersendiri
yang tak ternilai oleh materi.
Sejak saya merasa nyaman dengan
mencintai sampian sejak itu pula sampian adalah sosok wanita kedua
setelah ibu yang selalu saya sebut dalam setiap doa. Dalam mencintai
sampian pun saya tidak meminta imbalan bahkan balasan cinta dari
sampian, karena dalam kamus saya tidak ada istilah ''cinta bertepuk
sebelah tangan''.
Never talk about feelings, if they aren’t really there
Never hold my hand, if you are gonna break my heart
Never say you are going to, if you dont plan to start
Never look in to my eyes, if all you do is lie
Never say Hi, if you really mean good bye, if you really mean forever
Then say you will try
Never say forever coz forever makes me cry
Kalimat
bahasa inggris diatas hanyalah sebatas ungkapan hati yang saya kemas
berbeda dengan ungkapan tetangga sebelah pesantren kepada kekasihnya.
Sampian tentunya masih ingat bukan saat surat-suratnya yang dialamatkan
kepada santriwati itu tersita oleh dewan pengurus pondok beberapa waktu
lalu? Dalam surat tersebut ia lebih suka mengungkapkan rasa cintanya
dengan bait-bait alfiyah atau bahkan dengan potongan ayat Quran yang
meski pada dasarnya potongan yang ia ambil itu melenceng dari maksud
sebenarnya.
Dalam mencintai sampian keinginan saya
untuk menikmati-dengan memandang, berbicara dan seterusnya(termasuk
ingin memiliki, dan rasa ingin dicintai)-hanya boleh diakui
eksistensinya sebagai perantara adanya cinta, karena mustahil jika saya
tiba-tiba mencintai tanpa semua ini. Namun, ketika cinta saya pada
sampian telah tertanam, maka perasaan-perasaan ini hilang dengan
sendirinya, karena perasaan-perasaan semacam inilah yang -apabila saya
jadikan tujuan cinta- akan menodai kemurnian cinta saya pada sampian.
Mungkin cinta saya pada sampian bisa dikategorikan cinta yang mempunyai
pengertian: suatu pengetahuan akan keindahan/kenikmatan terhadap yang
dicintai. Tapi asal sampian tau bahwa perasaan demikian hanyalah sebagai
perantara(washilah) yang memicu tumbuhnya rasa cinta saya pada sampian,
bukan menjadi sebab saya mencintai sampian, karena menurut saya meski
tanpa pengetahuan tentang semua itu, acapkali cinta akan tetap tumbuh,
dan perantara bukanlah tujuan dari cinta, maka saya siap untuk tidak terlalu kecewa jika saya tidak bisa memiliki, menikmati, atau bahkan tidak dicintai oleh yang saya cintai.
Saya mencintai sampian dan saya tidak tau pasti apakah sampian tahu, merasakan, dan bahkan mebalas cinta saya atau tidak.
Sekitar
8 atau 9 tahun silam saya mengenal sampian, sebenarnya disaat itu hati
saya bergumam sungguh saya temukan benih keindahan dalam diri sampian,
tapi setelah pertemuan itu saya tidak lagi dapat bertemu sampian sampai
pada suatu hari sekitar 5 bulan yang lalu saya kembali bisa bertemu
sampian dan ternyata dengan pertemuan itu saya menjadi yakin bahwa hati
saya benar-benar mencintai sampian. Sampai saat ini saya belum juga ada
kesempatan untuk kembali bertemu sampian dan hanya bisa menyebut sampian
dalam setiap doa serta sesekali melihat profil dan album sampian di
situs jejaring sosial.
Dengarkan….
Aku
tidak bernjanji membahagiakan engkau, dan tidak cinta mati engkau.
Kehidupan lebih berharga dari surga dan cinta yang meneteskan air mata
Jika
kau tak sudi dengan pengakuanku ini, silakan cari kekasih lain yang
banyak menjanjikan kebahagiaan yang pada akhirnya cuma ingin dan angan
Aku lebih mencintai duri-duri daripada mawar yang menawarkan wangi sesaat, atau embun yang tersesat di binar matahari
Tapi
ingat, ketika aku menanam benih buah; dengan sekuat tenaga aku akan
mengusahakan benih itu tumbuh, berakar kuat, berdaun rimbun, dan berbuah
lebat, memberikan keteduhan musafir dan mengenyangkan perut duafa-fakir
Meski
samar perkenalanku denganmu, namun pancaran cinta-NYA untuk mencintaimu
kian membutakan mataku, buat risau hatiku, dan kacaukan fikiranku..
Mungkin kau tak merasa,Tapi aku rasakan itu...
Mungkin
kau tak menyangka,Tapi ake rencanakan itu..
Mungkin
kau heran kenapa ini trjadi, Tapi aku tak heran karena ini dari
hati
Mungkin kau kuasa menolak,Tapi maaf, aku tak kuasa
mengelak..ketika hati berkehendak..untuk dapat bersamamu kelak…
pojokkamarpesantren, Maret 2012