Pages - Menu

Rabu, 21 Maret 2012

sampian

Dengan segala keberanian saya yang tersisa meski dibarengi dengan perasaan hina, saya bermaksud mengungkapkan rasa.
Saya mencintai sampian bukan karena apa-apa melainkan karena cinta itu sendiri.
Saya mencintai sampian bukan karena kecantikan, meski sebenarnya kecantikan sampian mengantarkan hati saya utk mencinta, Saya mencintai sampian bukan karena harta, meski pada prinsipnya harta menjadi faktor datangnya cinta, bukan juga saya mencintai sampian karena kebaikan sampian pada saya, meski tidak jarang kebaikan itu menjadi tabir yang menutupi penilaian objektif saya. Meski saya belum punya pekerjaan tetap namun ketika saya mencintai sampian, secara otomatis pekerjaan saya adalah membahagiakan sampian, jika sampian menganggap 'kasta' masih ada, sampian akan menumukan saya berada pada kasta yang paling rendah. Tapi ketahuilah, bagi saya mencintai sampian merupakan kekayaan tersendiri yang tak ternilai oleh materi.
Sejak saya merasa nyaman dengan mencintai sampian sejak itu pula sampian adalah sosok wanita kedua setelah ibu yang selalu saya sebut dalam setiap doa. Dalam mencintai sampian pun saya tidak meminta imbalan bahkan balasan cinta dari sampian, karena dalam kamus saya tidak ada istilah ''cinta bertepuk sebelah tangan''.

Never talk about feelings, if they aren’t really there
Never hold my hand, if you are gonna break my heart
Never say you are going to, if you dont plan to start
Never look in to my eyes, if all you do is lie
Never say Hi, if you really mean good bye, if you really mean forever
Then say you will try
Never say forever coz forever makes me cry

Kalimat bahasa inggris diatas hanyalah sebatas ungkapan hati yang saya kemas berbeda dengan ungkapan tetangga sebelah pesantren kepada kekasihnya. Sampian tentunya masih ingat bukan saat surat-suratnya yang dialamatkan kepada santriwati itu tersita oleh dewan pengurus pondok beberapa waktu lalu? Dalam surat tersebut ia lebih suka mengungkapkan rasa cintanya dengan bait-bait alfiyah atau bahkan dengan potongan ayat Quran yang meski pada dasarnya potongan yang ia ambil itu melenceng dari maksud sebenarnya.

Dalam mencintai sampian keinginan saya untuk menikmati-dengan memandang, berbicara dan seterusnya(termasuk ingin memiliki, dan rasa ingin dicintai)-hanya boleh diakui eksistensinya sebagai perantara adanya cinta, karena mustahil jika saya tiba-tiba mencintai tanpa semua ini. Namun, ketika cinta saya pada sampian telah tertanam, maka perasaan-perasaan ini hilang dengan sendirinya, karena perasaan-perasaan semacam inilah yang -apabila saya jadikan tujuan cinta- akan menodai kemurnian cinta saya pada sampian. Mungkin cinta saya pada sampian bisa dikategorikan cinta yang mempunyai pengertian: suatu pengetahuan akan keindahan/kenikmatan terhadap yang dicintai. Tapi asal sampian tau bahwa perasaan demikian hanyalah sebagai perantara(washilah) yang memicu tumbuhnya rasa cinta saya pada sampian, bukan menjadi sebab saya mencintai sampian, karena menurut saya meski tanpa pengetahuan tentang semua itu, acapkali cinta akan tetap tumbuh, dan perantara bukanlah tujuan dari cinta, maka saya siap untuk tidak terlalu kecewa jika saya tidak bisa memiliki, menikmati, atau bahkan tidak dicintai oleh yang saya cintai.

Saya mencintai sampian dan saya tidak tau pasti apakah sampian tahu, merasakan, dan bahkan mebalas cinta saya atau tidak.

Sekitar 8 atau 9 tahun silam saya mengenal sampian, sebenarnya disaat itu hati saya bergumam sungguh saya temukan benih keindahan dalam diri sampian, tapi setelah pertemuan itu saya tidak lagi dapat bertemu sampian sampai pada suatu hari sekitar 5 bulan yang lalu saya kembali bisa bertemu sampian dan ternyata dengan pertemuan itu saya menjadi yakin bahwa hati saya benar-benar mencintai sampian. Sampai saat ini saya belum juga ada kesempatan untuk kembali bertemu sampian dan hanya bisa menyebut sampian dalam setiap doa serta sesekali melihat profil dan album sampian di situs jejaring sosial.

Dengarkan….
Aku tidak bernjanji membahagiakan engkau, dan tidak cinta mati engkau. Kehidupan lebih berharga dari surga dan cinta yang meneteskan air mata
Jika kau tak sudi dengan pengakuanku ini, silakan cari kekasih lain yang banyak menjanjikan kebahagiaan yang pada akhirnya cuma ingin dan angan
Aku lebih mencintai duri-duri daripada mawar yang menawarkan wangi sesaat, atau embun yang tersesat di binar matahari

Tapi ingat, ketika aku menanam benih buah; dengan sekuat tenaga aku akan mengusahakan benih itu tumbuh, berakar kuat, berdaun rimbun, dan berbuah lebat, memberikan keteduhan musafir dan mengenyangkan perut duafa-fakir

 
Meski samar perkenalanku denganmu, namun pancaran cinta-NYA untuk mencintaimu kian membutakan mataku, buat risau hatiku, dan kacaukan fikiranku..
Mungkin kau tak merasa,Tapi aku rasakan itu...
Mungkin kau tak menyangka,Tapi ake rencanakan itu..
Mungkin kau heran kenapa ini trjadi, Tapi aku tak heran karena ini dari hati
Mungkin kau kuasa menolak,Tapi maaf, aku tak kuasa mengelak..ketika hati berkehendak..untuk dapat bersamamu kelak…

 
pojokkamarpesantren, Maret 2012