Pages - Menu

Rabu, 22 Juni 2016

Ngaji Posoan #4

Ketika membaca buku karya Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alwi al-Hasani, pakar hadits abad millennium, yang berjudul mafahim yajibu an tusohhaha kita akan menemukan bahwa perilaku takfir (suka mengkafir-kafirkan orang lain) itu timbul karena dilator belakangi sifat sombong, mersa pemahamannya(atau kelompoknya) benar dan yang lain salah. Di dalam bergurupun sebenarnya juga sangat niscaya hal ini terjadi, sehingga tak jarang seorang murid mempunyai anggapan bahwa penyerapan dia terhadap ilmu dari gurunya-lah yang paling benar, dan yang lain salah, padahal seringkali pemahaman dia terhadap apa yang dimaksudkan oleh guru seringkali kontradiktif. Tak jarang pula sebagian dari murid yang sangat membangga-banggakan amal saleh gurunya(dengan tidak mencontohnya, alias hanya berbangga), padahal gurunya dengan sekuat tenaga menyembunyikan amal saleh tersebut dari public. Ah..’embuuuh’

saya: maaf guru, saya mau matur lagi, setelah saya memposting nasehat guru, ada beberapa faceboker yang nge-like kemudian komemtar bahkan ada beberapa yang nge-share.. 
Guru:..kemudian kamu bangga ya kang? 
saya: Padahal... 
Guru: Padahal kamu sudah bilang kalau itu dari saya kan? tapi ternyata kamu masih merasa bangga dengan semua itu kan? Nah itulah yang belum bisa kamu fahami. Ujub, riya', takabur, dll itu penyakit hati, meski kamu tutupi serapi mungkin, gurumu tetap akan menciumnya. Itu tempatnya di hati, tak ada hubungannya dengan tulisanmu, atau komentar, like dan share nya orang lain, meski terkadang apa yang kamu tulis itu menunujukkan isi hatimu, namun seringkali kamu tak faham tanpa penjelasan dan arah dari gurumu dan tugas gurumu menerangkan hal itu.. 

Saya: ..hmm..nha terus.. 
Guru: ..terus saya harus bagaimana kan maksudmu? 
begini, kamu tahu murid yang berprestasi? Siapa yang dipuji jika ada murid berprestasi? Anaknya ataukah gurunya? nhah, posisimu persis seoerti itu. Jika kamu masih merasa bangga, senang, merasa terpuji dengan apa yang tidak kamu kerjakan (karena hakikatnya itu bukan kerjaanmu), maka..kau perlu membaca ulang ayat yang mnjelaskan tentang balasan orang yang "yumdahu bi ma lam yuf'alu" itu balasan apa yang pantas baginya?? Sana cari dulu!!

Kalu boleh memberi saran, kamu itu lebih baik main ke sini daripada kamu membaca apa-apa di FB yang tidak kamu butuhkan. Kamu guru bahasa Arab kan? Kamu pasti bisa mengartikan ayat-ayat yang berbahasa Arab itu, tapi untuk mengaplikasikan sepenggal ayat saja, kamu butuh guru, kenapa saya berani bilang demikian? Karena nyatanya kamu tidak mampukan meski kamu tahu artinya?!.  Itulah mengapa dulu sekelas Nabi Muhammadpun punya guru yang namanya Jibril (sebagai wakil Tuhan untuk mengajarkan ilmu), Nabi saja berguru, kok kamu tidak.. mau jadi apa kamu?!

saya: eh Guru, satu lagi, akhir-akhir ini di fb, group wa, dan sosmed yg lain rame membahas kasus ada anak alay yang 'gila' dengan berpose menginjak alquran, hukuman apa yang pantas untuk anak kurangajar semacam itu guru?

Guru: kamu itu kok ‘sok’ kang, selama puasa kamu tidak pernah atau jarang tadarus quran, intensitas membaca quranmu masih kalah kalah dengan bermain HP, kok kamu sok-sokan berlagak membela quran, quran itu yang menjaga Allah bukan orang semacam kamu, kamu tidak setuju dan sakit hati dengan tindakan anak itu sudah benar, tapi bukan berarti kamu boleh mengecam yang tidak-tidak apalagi sampai menjelek-jelekan makhluq Allah lain, lagian itu bukan tugasmu, mereka sudah ditangkap polisi ya sudah, malah belakangan ini pe;aku sudah diberi pembinaan ya biar ditangani yang bertugas saja, itu tugas mereka, kamu mengaji quran yang banyak, jangan main hp saja sok membahas di fb/wag sok-sok membela quran padahal jarang membaca quran. Kamu kira saya seperti ini tidak marah dengan kelakuan dia?, saya juga marah sebatas di hati, kemudian saya doakan agar dia mendapat petunjuk dan tidak mengulanginya, bahkan andai itu terjadi di depan mata kepala saya, saya siap mengganti kepala saya untuk dia injak dan saya akan mengambil quran dari tangannya. Menurutku itu lebih elegant.

saya: saya baca quran apa harus saya laporkan ke guru? katanya tidak boleh riya'?
Guru: sudah saya duga jika kamu bakal menjawab seperti itu,, begini: kamu tidak membaca quran lantaran kamu takut dituduh riya’ itu namanya riya’, sementara jika kamu membaca quran karena orang atau sesuatu lain itu berarti kamu syirik. Faham?!! buruan baca alquran, tak usah membantah!!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar