Minggu, 15 Mei 2016

kumpulan surel ASD ke ESZET

#1
Aku kira kau tau ujung taring dapat menyanyat,
Aku kira kau faham pisau bisa membelah hati,
Dan aku sangka kau tau bagaimana rasa hati dibelah taring ?
Yah...pun aku...
Sudahlah sampai kurasa manisnya tebu,
Sudahlah mampu ketepis dalamnya rancu
Dan sudahlah sanggup ku mengemas sehasrat rindu,
Tapi ah...
Apa yg diinginkan tahtamu?
Aku hanya sepotong kayu
Yang sampaipun ia ditempa
Tak kan bisa jadi tembaga dari darah biru...
Kau tau sekarang perasaanku?
Menangis dalam syahdu,
Memilih jerami dari batang tebu,
Dan..
Menancap sendiri di tepi ulu...

Apa yang ku mau ?
Kau tak kan merasakan sepertiku,
Dalam diam tetap menjadi arjunaku,
Dan aku..
Masih merasa menyayangimu... [ASD]

#2
HUJAN JANGAN REDA
Deru hujan jangan pernah reda,
Kukuhkan kembali syairku untuk dia
Pemilik sebidang dada yg aku harap untuk bermanja.

Deru hujan jangan pernah reda,
Sempurnakan kata penghias untuk mata,
Tuturkan padanya akulah pemuja,
Bisikan saja aku mencinta,
Tapi jangan aku ungkapkan aku siapa.
Kenapa hujan reda?
Ucapmu; rindumu me-rajai langitku.
Ah..
Deraslah kembali duhai hujan..
Biar aku tetep leluasa dan menengadah dan terpejam atas senyum sang pesona [ASD]

#3
Aksaraku terus menerus masuk,
Terkendali dari sela nafas,
Melabirin dalam pikiran,
Lalu akhirnya membelenggu atas nama kerinduan.
Ah...katamu..”Lucuti semua tubuhku”,
Kubilang tidak,
“keterikatan tak akan mengenyahkan kita”,
Aku terlalu ambigu kekasih..
Laksana nikmat surgawi,
Tapi lakuku..?
Kukira aku hidup dalam bayangan-bayangan jenggala api,
Ternyata ujarmu coba membentuk puisi,
Segemas hasrat hendak memilin renjana abadi,
Dan ahirnya kau berbisik; salam rindu untuk kekasih..[ASD]

eSZet membalas:
seperti kungkum
dalam harum lehermu.
seperti berkeramas
dengan cemas tubuhmu.
kangen ini, manisku, membenamkan aku
ke dalam busa-busa sabun
yang menyimpan wangi 100 musim semi
di mana cita dan kita, mekar karenanya.
barangkali cinta kita adalah sebuah kamar mandi
yang sunyi, seperti puisi atau sepatah doa:
di mana duka dan dusta dibersihkan,
disucikan...[eSZet]

#4
Kadang aku ingin merumput,
Tapi sampaikan niatan ku terwujud,
Si rumput malah mulai layu.
Kadang aku ingin sekali melihat mekarnya bunga,
Tapi belumlah sampai,
Ku pandang kumbang sedang merayu mekar bunga itu.
Benakku,apa kiranya salah diriku ?
Hanya ingin merumput dan memandang mekar sang bunga.
Mungkihkah diriku terlalu menggebu?
Tapi pikirku menepis terkaku sendiri..
Aku yakin..
Sedari lama rumput tergoyang angin,
Dan bunga tak sanggup menolak bujuk rayu si kumbang [ASD]

#5
Tumpuanku sejenak turut andil,
Mengecam siapapun yang hendak mendekat,
Sedangkan aku ?
Terus saja terbuai dalam elok asmaranya, kenapa?
Kenapa? kenapa oh tuan?
Kau kerangkai aku atas maumu,
Menghirup pikuk dalam kedurjanaan,
Lantas nantinya?
Sudikah engkau berdiksi tentang hidupku?
Oh..oh pujangga,
Syairmu telah merajai bawah sadarku,
Hendakpun aku rela berpsrah,
Itu karena luka..
Luka yang kau ukir dengan api di pergelangan ruas sendi leherku.. [ASD]




Tidak ada komentar:

Posting Komentar